BUKU MONOGRAF: PEMENUHAN HAK-HAK ANAK DI MASA PANDEMIC (Analisis Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak)

BUKU MONOGRAF: PEMENUHAN HAK-HAK ANAK DI MASA PANDEMIC (Analisis Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak)
About the Book

Ketentuan yang memuat ketentuan tentang hak-hak anak dalam UU Perlindungan Anak memiliki banyak kemiripan dengan ketentuan hak anak dalam UU HAM. Undang-Undang Perlindungan Anak juga mengatur tentang kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap anak. Pengaturan hak ada dalam beberapa undang-undang Republik Indonesia, Negara menjamin dan wajib memenuhi hak-hak dasar anak yang meliputi hak untuk hidup, hak tumbuh dan berkembang, hak perlindungan, hak partisipasi.

Demikian upaya penguatan pengasuhan anak berbasis hak anak, dimulai dari orang tua dan keluarga di masa pandemi. Terkait penetapan kebijakan jadwal anak masuk sekolah pada era normal baru di masa pandemi Covid-19, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah memberikan masukan kepada Kementerian terkait termasuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19. Kunci terpenting yang kami sampaikan adalah dari aspek kesehatan dan keselamatan anak, ini adalah hak utama mereka.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah berupaya untuk meningkatkan pengasuhan berbasis hak anak, yaitu dengan mengembangkan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) yang melibatkan psikolog dan konselor untuk memberikan bantuan konseling, pendidikan dan informasi kepada keluarga secara gratis.

Pelayanan PUSPAGA ini berada di bawah koordinasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi dan Kabupaten/Kota. Di tengah pandemi ini, peran PUSPAGA sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk itu setiap daerah harus meningkatkan layanan PUSPAGA sebagai penyedia layanan penyuluhan, pendidikan dan informasi bagi keluarga di seluruh Indonesia. Setidaknya di setiap provinsi dan kabupaten/kota harus memiliki 1 (satu) PUSPAGA, mengingat semua keluarga membutuhkan layanan tersebut.

Adapun hal-hal yang harus diingatkan oleh orang tua ketika berada di sekolah pada era kenormalan baru antara lain tidak melepas masker saat berada di sekolah, menjaga jarak saat berada di kendaraan umum, tidak memegang benda di dalam kendaraan, segera mencuci tangan saat tiba di rumah. tujuan, menjaga jarak dengan guru, teman, dan warga sekolah lainnya, hanya makan bekal dari rumah, tidak berbagi makanan dengan orang lain, segera berganti pakaian saat pulang, dan rajin mencuci tangan dengan sabun. Untuk mencapai Indonesia Layak Anak (IDOLA ) 2030, pola asuh harus mengacu pada semua hak anak yang harus dipenuhi. Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, perlu dukungan lintas sektor keilmuan, tidak hanya psikologi tetapi juga para pendidik dan tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, intinya semua harus bahu-membahu untuk membuat IDOLA di tahun 2030.

Dalam mengasuh anak di era new normal, orang tua harus tetap fokus pada pemenuhan hak anak dan pembentukan karakter positif pada anak. Hal ini harus diterapkan dengan segala cara dan cara seperti menciptakan kepedulian dengan kasih sayang melalui senyuman, tanpa kekerasan agar anak tumbuh penuh kasih sayang kepada orang-orang di lingkungannya (Saputra, 2020). Beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk menguatkan sisi psikologis.

Disclosure of Material Connection: Some of the links in the page above are "affiliate links." This means if you click on the link and purchase the item, I will receive an affiliate commission. I am disclosing this in accordance with the Federal Trade Commission's 16 CFR, Part 255: "Guides Concerning the Use of Endorsements and Testimonials in Advertising."