Potensi Tempe dan Tahu untuk Mencegah Penurunan Fungsi Kognitif Wanita Lanjut Usia

Potensi Tempe dan Tahu untuk Mencegah  Penurunan Fungsi Kognitif Wanita Lanjut  Usia
About the Book

Gangguan fungsi kognitif pada lanjut usia bukan penyakit tetapi dapat dianggap sebagai keadaan praklinis Penyakit Alzheimer (PA), salah satu jenis demensia yang paling banyak terjadi pada lanjut usia. Hasil penelitian pada tempe dan tahu menunjukkan adanya efek pada fungsi kognitif yang berbeda. Perbedaan pengaruh konsumsi tempe dan tahu pada penelitian di atas mungkin karena adanya isoflavon dan kandungan zat gizi lainnya.
Buku ini menyediakan wawasan mendalam tentang dampak pangan fungsional pada kesehatan perempuan pasca-menopause dan mungkin memiliki implikasi penting dalam pengembangan produk pangan yang dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan dalam fase ini. Penelitian ini membuka pintu untuk penelitian lebih lanjut dan pengembangan produk pangan fungsional yang dapat mendukung kesehatan perempuan.
Instisari dari buku ini menyebutkan bahwa kandungan zat gizi dan isoflavon (genestein) pada tepung tempe lebih tinggi dari tepung tahu. Intervensi dengan tepung tempe dapat meningkatkan estrogen serum dan dapat menurunkan beta amiloid, lemak abdominal dan berat badan pada tikus betina dengan ovariektomi. Pengaruh tepung tempe terhadap fungsi kognitif berdasarkan baseline 2 meningkat secara signifikan, tetapi pada kelompok tepung tahu tidak. Beta amiloid serum merupakan variabel yang paling berhubungan dengan fungsi kognitif.

Disclosure of Material Connection: Some of the links in the page above are "affiliate links." This means if you click on the link and purchase the item, I will receive an affiliate commission. I am disclosing this in accordance with the Federal Trade Commission's 16 CFR, Part 255: "Guides Concerning the Use of Endorsements and Testimonials in Advertising."